Doa puasa untuk mendoakan natal umum
hari ini dia menggunakan kaos hitam dengan tulisan WE ARE SURVIVE IS MAKER.....
sepatu ungu, jeans, dan hari ini minum nestle <biasa aqua>
hari ini jam 13.15 dia ke wendys CL lantai dasar mereka makan sepertinya, setelah di susul jam 2 sudah hilang,^^
hari ini membeli bible graphic tapi kenapa letaknya di buku obral, sedih juga sih,
ada buku dengan harga 199.000 menceritakan kisah alkitab secara lengkap untuk anak2
bagus sekali mudah di cerna
SMUKIEING
everywhere
baju yang pernah dia gunakan waktu masih sekolah
komplikasi banget rasanya ^^
Rabu, 19 Oktober 2011
Jumat, 14 Oktober 2011
14 oktober 2011
hari ini menggunakan kaos berwarna pink,
hari ini benar2 sepi dari hari biasanya,
hari ini bertemu dengan Stephanie anak desain Interior ^^ ngomongin masalah IRO 2011
tadinya mau upgreading tapi ternyata hari senin masih bisa, saya kira hari senin akan Praktikum PSDL ternyata tidak
bisa itu karena biasa! betul banget nih!!^^^
akankah mengangkat bendera putih? masih belum yakin saya. waktu tinggal setengah semester lagi nih.
hari ini benar2 sepi dari hari biasanya,
hari ini bertemu dengan Stephanie anak desain Interior ^^ ngomongin masalah IRO 2011
tadinya mau upgreading tapi ternyata hari senin masih bisa, saya kira hari senin akan Praktikum PSDL ternyata tidak
bisa itu karena biasa! betul banget nih!!^^^
akankah mengangkat bendera putih? masih belum yakin saya. waktu tinggal setengah semester lagi nih.
Senin, 10 Oktober 2011
10 Oktober 2011
hari ini ujian Pemodelan dan simulasi dari 3 nomor cuma bisa buat sedikit doang.
hari ini Dia menggunakan baju biru agak keunguan. saya hanya bisa melihatnya dari belakang saja. memakai tas seperti biasa dan jeans biru agak muda.
tidak seperti biasanya dia jalan dengan sedikit lemas sepertinya ujiannya hari ini sulit, Rangkaian Logika.
hari ini lap sempat mati lampu, tapi sore harinya menyala kembali. ^^.
jika saya punya kesempatan yang baik saya akan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. God Help Me.
hari ini Dia menggunakan baju biru agak keunguan. saya hanya bisa melihatnya dari belakang saja. memakai tas seperti biasa dan jeans biru agak muda.
tidak seperti biasanya dia jalan dengan sedikit lemas sepertinya ujiannya hari ini sulit, Rangkaian Logika.
hari ini lap sempat mati lampu, tapi sore harinya menyala kembali. ^^.
jika saya punya kesempatan yang baik saya akan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. God Help Me.
Kamis, 06 Oktober 2011
6 oktober 2011
hari ini kaos biru gelap lebih terlihat hitam
jeans hitam
tas sandang hitam,
sepatu sama seperti kemarin.
UTS pertamanya Dasar Pemrograman
ujiannya di lab komputer
hari ini pakai kemeja putih supaya bisa ikut ujian,
ketemu di Pulsa Elektro print laporan dasprog bareng dengan regan '10
hmm... ketika rambutnya di kuncir lebih baik.
ujian kali ini lumayan minimal tidak dapat jelek de
jeans hitam
tas sandang hitam,
sepatu sama seperti kemarin.
UTS pertamanya Dasar Pemrograman
ujiannya di lab komputer
hari ini pakai kemeja putih supaya bisa ikut ujian,
ketemu di Pulsa Elektro print laporan dasprog bareng dengan regan '10
hmm... ketika rambutnya di kuncir lebih baik.
ujian kali ini lumayan minimal tidak dapat jelek de
Rabu, 05 Oktober 2011
5 Oktober 2011
hari ini jadi Asisten Rangkaian Logika,
hari ini:
pakaian kaos I love SG
jeans
sepatu slop batik
tahi lalat siku tangan kiri
pinjam lagi Wear Pack
tas hitam seperti biasa,
sedikit takut (kurang teliti juga)
tidak terlalu senang hari ini
hari ini:
pakaian kaos I love SG
jeans
sepatu slop batik
tahi lalat siku tangan kiri
pinjam lagi Wear Pack
tas hitam seperti biasa,
sedikit takut (kurang teliti juga)
tidak terlalu senang hari ini
Rabu, 15 Juni 2011
seberapa hebat anda?
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”
“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”
“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”
“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”
“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”
“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”
“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”
“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”
“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”
Langganan:
Postingan (Atom)